Telat gaji

Ada kejadian yg cukup ramai minggu lalu. Gaji di kantor telat di transfer ke rekening para pegawai. Hal ini jadi bahan gosipan mulai dari pantry sampai didalam lift, ada saja yg membicarakannya. HRD yg mengurus Payroll bercerita bahwa dia sampai kewalahan menerima telpon dari para pegawai untuk minta kejelasan. Pertama2 kita pikir hal ini karena tanggal 25 yang jatuh di hari senin, sedang biasanya Bank mengkoordinir pada hari-hari sebelum tanggal 25 yg kebetulan jatuh pada hari Sabtu - Minggu. Baru kemudian kita tahu bahwa hal itu disebabkan pihak Ci**Bank baru memproses gaji perusahaan gw pada hari Senin, sedangkan dari perusahaan sendiri sudah memprosesnya dari hari Kamis/Jumat tanggal 21/22.

Entah itu kebetulan atau tidak, hari sabtu dan minggu kemarin gw hangout dengan teman2 kuliah dan sma yang berasal dari Company yg berbeda2. Dan sekali lagi (setelah seminggu berlalu) topik ini kembali diangkat. Ternyata untuk bulan ini mereka juga mengalami keterlambatang gaji. Gw tidak tahu apakah perusahaan mereka menggunakan jasa Bank yg sama atau tidak.

Berikut adalah kesimpulan dan akibatnya (secara umum ataupun khusus pribadi hahaha) yg di observasi terjadi:

1. Berapapun besarnya gaji itu (dan seberapa seringpun kita mengeluh atas nominalnya hehe) ternyata kedatangannya tetap dinanti-nanti
2. Faktor gaji ini memberi pengaruh terhadap produktifitas dan motivasi kerja (saat terlambat gajian itu bisa dilihat beberapa tempat yang sepi pegawai)
3. Jadwal belanja bulanan di Carrefour berubah (biasanya hypermart yg satu ini ramai di tanggal2 segitu)
4. Cicilan barang2 dan pembayaran kartu kredit tertunda pembayarannya :)

Ada lagi?? :)

Our Wedding Anniversary

Papamamanajla_4 My wife,

Today is our 1rst Wedding Anniversary
On this special day
May dreams and love carry us
And never go away

May our hearts combine forever
in perfect harmony
As the days and nights are passing
Together we will be

Follow our hearts, follow our dreams
And never forget the day
our hearts joined as one
In that special, magical way

As now we have our precious gift in between
As if the answer for a special wish
I asked the lord to grant us
Lifelong happiness... The three of us

And on this day our wish came true
Our lives begin today brand new
With a deeply sincere pray
We joined our lives at our hips and soul
A bind that cannot break even when we grow old
Our marriage will last forever and a day

May our dreams never fade away...

31 July 2004 - 31 July 2005

Lip Service

Minggu kemarin, gw dan Natia lagi sebel banget sama orang2 berseragam. Di pertengahan Juni kemarin untuk mengantisipasi Natia yang masuk kuliah lagi, kita sepakat untuk mencari perawat untuk menjaga Najla dari pagi sampai sore sampai Natia pulang kuliah untuk senin - jumat (kita ngga terlalu suka Babysitter yg full day jadi memilih perawat) dan merasa cocok banget dengan seorang perawat dari RSAL Mintohardjo, yang kebetulan memang tugasnya di ruang bayi Rumah Sakit sehingga sangat berpengalaman. Umurnya masih muda sehingga lebih enak kalau kita minta begini begitu (dibandingkan perawat senior), orangnya telaten dan sabar,  tinggal di Asrama (jadi ngga repot kalau datang pagi2, soalnya dekat banget), dan jadwal kerjanya sore sampai malam (tidak mengganggu jadwal kerjanya dia).


Dua minggu dia mengurusi Najla dan kita sudah sangat senang, karena dia sudah sangat tahu keinginannya si bayi dan kelihatan sangat tenang kalau ada apa2 (satu hal yang sangat mendasar dari perawat bayi yang baik adalah bisa tetap tenang walau si bayi nangis menggelegar seperti apapaun, bukannya jadi panik). Hingga hari itu tiba ....


Perawat ini dihubungi untuk menghadap ke pimpinan tertinggi AL (well you know), untuk diminta menjadi perawat bayi bagi cucu nya. Sebelumnya perawat ini memang bercerita bahwa teman nya sebelumnya sudah pernah diminta menghadap juga, hanya berhubung yang bertemu saat itu "hanya" anak nya atau orang tua si bayi, perawat yg datang menolak tawaran tersebut. Pada saat perawat gw menghadap, yang mewancarai adalah sang nenek dan sepertinya langsung merasa cocok dengan perawat gw ini dan memintanya langsung bekerja. Dia diminta bekerja penuh selama 24 jam 7 hari seminggu hingga 5 tahun kedepan (hingga masa kepala staf bertugas selesai) dan tinggal di rumah si bayi ini, tapi tetap diperkenankan untuk pergi2 atau cuti.


Gw dan Natia sebenarnya tidak mempermasalahkan dia pindah karena ditugaskan atau mempermasalahkan keinginan Kepala Staf dan Istrinya (hal yang amat sangat wajar menurut gw bahwa seorang orangtua atau eyang menginginkan yang terbaik untuk anak/cucu nya), hanya yang kita ngga suka itu: 1. Semua perawat yang diminta menghadap itu adalah Perawat Honorer (bukan pegawai tetap), dan tidak ada perawat tetap RSAL yang diminta menghadap. Iming2 yang diberikan bahwa, pimpinannya memberi janji bahwa perawat gw ini akan diangkat menjadi pegawai tetap / PNS bila menyanggupi tugas ini. Tentu agar pimpinannya ini mendapat nama yang baik di mata Kepala Staf ini bila perawat yang nanti bertugas bekerja dengan baik. Janji yang kemudian kita ketahui dari bicara dengan pimpinannya itu hanya sebatas "lihat saja nanti". Gw sangat memahami mengapa perawat gw ini langsung menyanggupi (Gw tidak tau apa dia sendiri akan suka dengan pekerjaannya itu, yang jelas waktu kerjanya lebih panjang dan dibayar lebih rendah), menjadi PNS merupakan impian dia. Seperti halnya seseorang yang memiliki suatu impian begitu besar, dan ada yang datang menyodori impian itu begitu saja. Gw hanya tidak ingin karena dia pegawai honorer, dipermainkan begitu saja diberi janji2 yang kemudian setelah manis sepah dibuang. 2. Pimpinan itu saat meminta perawat gw menghadap menelpon pada pagi hari dan dia tahu persis saat itu perawat gw sedang di rumah gw. Dia tidak menelpon langsung ke Handphone si perawat, tidak .. itu kurang menunjukkan kekuasaan, dia menelpon ke rumah gw langsung, meminta tuan rumah untuk memanggil si perawat, dan meminta menghadap saat itu juga. dan 3. Ternyata si bayi ini sudah punya tiga baby sitter. Dengan perawat gw ini berarti dia punya empat orang yang menungguinya 24x7. Buat orang yang punya kelebihan materi sih itu merupakan hak dia, tapi mbok jangan merugikan orang lain (bukan suatu hal yang mendesak terhadap perawat ini).


Well, peristiwa itu sudah berlalu. Kita juga akhirnya juga sudah dapat perawat baru (mudah2an bisa sebaik yang dulu). Hanya kadang gw ngga mengerti masalah basa basi dari pimpinan itu ke perawat gw. Gimana perasaan si perawat kalau setelah 5 tahun janjinya tidak dipenuhi. Yah mudah2an itu bukan sekedar lip service belaka.


Bicara tentang lip service, sejak gw mulai berhubungan dengan Natia, dia yang palig rajin mengingatkan gw tentang lip service ini (salah satu bukti bahwa dia membuat gw lebih baik :)). Kadang lip service itu sekedar basa basi yang kita lakukan sembari lewat karena tidak enak terhadap seseorang/sesuatu atau alasan untuk mencapai sesuatu, tapi malah membawa akibat yang lebih besar. Contoh kita bertemu dengan seseorang, dan sebagai basa basi menjanjikan sesuatu, janji ketemu, memperkenalkan kepada seseorang dll yang sebenarnya pada saat itu kita lakukan hanya untuk "breaking the ice" percakapan atau karena faktor "enak - tidak enak", yang malah mengecewakan pihak lain tersebut. Sudah jamak bahwa yang orang yang Dijanjikan sesuatu akan jauh lebih ingat dari pada dia Menjanjikan sesuatu.


Gw sudah beberapa kali mengalami dengan beberapa teman. Niat mereka sesungguhnya tidak jahat, just being nice mungkin kata yang tepat (kebiasaan orang melayu sepertinya yah). Masalahnya kadang hal seperti ini untuk urusan yang besar atau terjadi berulang2, secara dibawah sadar akan menyebabkan kita jadi kurang percaya terhadap orang tersebut. Sesuatu yang sebenarnya ngga perlu terjadi. Oleh karena itu gw sebisa mungkin mengingatkan ke teman2 gw yang melakukan hal tersebut. Bagaimana bila kita melakukan itu kepada orang lain, hingga dia kehilangan kepercayaan kepada kita padahal (mungkin) dia jalan kita menuju (misal) pekerjaan yang lebih baik, jodoh, kesempatan bisnis dll. Bagaimana di Bisnis? terutama di kalangan tertentu, perjanjian verbal itu sudah bisa menjadi kontrak bermeterai.


Andrew Matthews dalam bukunya Being Happy mengatakan bahwa sifat dasar manusia untuk selalu melihat diri nya benar (Irina Dewi pada suatu siaran memberikan analogi yang menurut gw sangat menarik, pada saat kita menyetir mobil itu ngga ada yang paling benar selain kita. Kalau ada mobil yang kecepatan dibilang "Gila tuh orang ngebut2" atau "Mau nabrak kali yah" dll n kalau kelambatan dibilang "Dasar kura2" atau "Gas nya ditekan donk mbak!" dll. Yang paling pas yah kecepatan kita itu :)) sehingga dengan merubah sedikit pola tersebut dengan empati maka hidup akan lebih bahagia :) Jadi gw juga sekalian mohon maaf kl memang masih/pernah melakukan lip service selama ini, tolong diingatkan donk Janji yang masih menggantung itu (mohon kalau ada janji2 yang melibatkan uang diatas 100ribu diampuni saja yah hahaha

Surat Pembaca

Satu bagian yg paling gw suka dan menarik dari surat kabar adalah Surat Pembaca. Kadang banyak informasi yg bisa menjadi masukan untuk memutuskan sesuatu entah itu pembelian barang, pemilihan bank, pemilihan perusahaan pelayanan, tempat makan sampai kelakuan2 lain yg bikin geleng2 kepala. Salah satunya adalah yg berikut ini.


Lionairkompas11juli2005_2




Surat pembaca ini dimuat Kompas hari senin kemarin (11 Juli 2005), dan berhubung hingga hari ini masih ada beberapa rekan yg membicarakannya maka gw ingin menshare di blog ini.
Gw sangat menantikan jawaban Lion Air terhadap surat pembaca yg satu ini :D

 

Imaginary friends?

Sejak umur sebulan Najla sudah bisa melihat dengan benar dan mampu merespons gerak dan warna yg ada disekitarnya. Sebenarnya sejak lahir bayi sudah bisa melihat, hanya kemampuan syaraf mata utk memipihkan dan mencembungkan lensa mata belum lah baik sehingga objek yg dilihat hanya akan terlihat jelas pada jarak tertentu. Seperti halnya pelajaran SMA dulu tentang lensa dan optik, ada suatu kondisi dimana objek yg terletak di tak terhingga akan jatuh di titik fokus (titik api). Gw dan Natia senang sekali, soalnya kalau di ajak main dia sekarang sudah bisa meresponds, apalagi kalau lalu tertawa. Duhh .. hilang semua masalah hidup hihi


Kurang lebih 2 minggu yg lalu, Natia menceritakan hal yg kemudian menarik perhatian gw untuk mengamati selama ini. Sang bayi sangat suka untuk melihat di sudut2 ruangan tertentu, lalu seolah2 sedang berbicara dengan seseorang, lalu tertawa. Kadang di sudut ruangan yg lain, dia akan bersikap biasa atau kadang menangis. Hal ini ternyata bahkan sudah dilakukannya sejak dia kembali dari Rumah Sakit. Di saat penglihatannya belum fokus, komunikasi dengan "sesuatu" ini telah terjadi. Dia sering tertawa dan bermain. Sekarang frekuensi nya lebih cukup sering karena dia suka digendong untuk melihat sekitarnya.


Gw menanyakan hal ini kepada kakak gw yg bayinya beda 1 bulan dengan Najla, dan beberapa teman yg mempunyai bayi dengan mendapatkan jawaban yg sama. Mungkin hanya tempat yg berbeda. Ada yg dipojok ruangan seperti gw, ada yg diatas kaligrafi, diatas lukisan/foto dll. Bayi mereka juga memberi respon tertawa/tenang/biasa/menangis.


Gw sendiri tidak tahu persis apakah ini yg disebut imaginary friends? guardian angel? atau yg lainnya. Di tradisi jawa sendiri dikatakan bahwa "sesuatu" itu adalah kembaran dari sang bayi. Konon, ari2 dan plasenta sang bayi itu merupakan perwujudan dari sang kembaran ini. Oleh karena itu perlakuan yg baik dilakukan terhadap ari2 dan plasenta ini. Gw sendiri, karena mengikuti tradisi orangtua jaman dulu ini (walau tidak mengetahui tujuannya - well sometimes life like that :)) menyimpan ari2 dari Najla di suatu tempat khusus dan menanam plasentanya di depan rumah, kemudian menyalakan semacam lampu teplok diatas tempat penanamannya setelah maghrib selama 40 hari berturut2 dengan tujuan menghormati sang kembaran ini. Walau di kemudian hari gw baru mengetahui bahwa alasan memberi lampu teplok dan menyalakannya di malam hari, karena untuk masyarakat jaman dahulu (belum ada lampu jalanan)dengan posisi penanaman di depan rumah itu untuk menghindari pengguna sepeda atau orang yg lewat agar tidak menginjak tempat penanaman :D


Pertama2 gw mencoba mencari informasi dari internet, hanya setelah membaca berbagai forum (ini salah satunya: Do your children see ghosts?) tidak ada jawaban yg cukup memuaskan sehingga bosan sendiri. Walau kadang kalau sedang sendiri di kamar agak merinding juga membayangkannya (kenyataannya ada "sesuatu" di kamar itu), hanya gw dan Natia membiarkan saja karena "sesuatu" ini sptnya (mudah2an) niatnya baik, menenangkan dan mengajak bermain serta tertawa. Artikel ini sangat menenangkan My child has an imaginary friend. Is this normal? :)

Repitition

Knowledge is a mental grasp of a fact of reality, reached either by perceptual observation or by a process of reason based on perceptual observation. Itu kutipan menarik dari satu bacaan yg gw dapat minggu kemarin dari Ayn Rand. Knowledge - Information - Repitition. Pengetahuan - Infomasi - Pengulangan, hal ini yg sedang jadi renungan gw beberapa hari ini.


Kita menyerap informasi dari semua panca indera yg kita miliki dari kecil hingga umur kita sekarang, memproses nya secara sistematis menjadi pengetahuan, dan dilakukan secara berulang2.


Pengulangan. Banyak yg berkata ini adalah inti dari pengetahuan. Bayi belajar untuk berdiri secara berulang hingga dia memiliki pengetahuan berdiri secara benar, seorang karateka mengulang jurus2 yg sama sehingga menjadi pengetahuan (kebiasaan), kita belajar berhitung & berkali secara berulang2 hingga menguasai nya secara benar, belajar mengendarai mobil dari mulai menekan rem hingga berkendara di jalan raya, seorang anak yg dilimpahi kasih sayang akan belajar ttg kasih sayang itu dan sebaliknya bila diberi kekerasan akan belajar ttg kekerasan dll.


Hal ini yg diadopsi oleh proses pendidikan untuk mengajarkan segala sesuatu secara berulang2 utk menanamkan suatu pengetahuan kepada muridnya. Sesuatu yg kemudian banyak dikritik oleh para konseptor pendidikan. Salah satu yg membahas masalah ttg pengulangan dalam kaitannya dengan Teori pengetahuan adalah John Dewey dalam bukunya Democracy and Education. Karya John Dewey ini terbit tahun 1916 dan memberi pengaruh yg sangat besar kepada sistem pendidikan di Amerika di kemudian hari. Satu informasi yg menarik bahwa buku ini masuk di urutan 5 dalam Ten Most Harmful Books of the 19th and 20th Centuries.


Apa yg salah sebenarnya dengan pengulangan? Gw melihat kontribusi terbesar dari pengulangan adalah menciptakan kebiasaan dan rutinitas. Gw pribadi berpendapat bahwa kebiasaan dan rutinitas cenderung untuk menempatkan seseorang dalam zona yg dibuatnya sendiri. Sering kita kehilangan kemampuan untuk melihat sesuatu masalah dari out of the box, dari luar sistem tersebut. Sebuah kreatifitas. Kreatifitas menurut gw adalah kemampuan seseorang utk keluar dari kebiasaan/rutinitas nya untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yg baru.


Pernah tidak kita begitu sulitnya menyelesaikan suatu puzzle dengan mencoba berbagai kombinasi dan kemudian diselesaikan dengan mudah oleh orang lain yg mencobanya; memikirkan bagaiman menyelesaikan suatu masalah hidup yg sepertinya tak terpecahkan dan kemudian diberi masukan yg applicable oleh seseorang ; berada di lingkungan pekerjaan dimana kita menemui orang2 di jajaran fast track karir sepertinya begitu mudah nya menemukan inovasi2 baru, pikiran atas perbaikan2 dalam sistem, ide2 segar, sedang dia berada dengan lingkungan kerja yg sama dengan yg kita jalani; perusahaan besar yg harus menyewa jasa konsultan ternama semacam Mckinsey, BCG, Booz Allen dengan biaya jutaan dollar utk meningkatkan kinerja perusahaannya? Apa kunci nya? Mereka menempatkan diri mereka diluar sistem, berpikir secara objektif dan muncul dengan ide2 baru.


Jadi mungkin ada yg perlu dikoreksi dengan sistem pendidikan negeri ini, sehingga menghasilkan pembuat2 kebijakan yg tidak mampu utk melihat dari luar kotak. Menyelesaikan masalah perkereta apian dengan membeli puluhan kereta baru dari jepang dibandingkan menyehatkan perusahaan dengan pembenahan sistem tiket-ing, Menyelesaikan masalah BBM dengan mengusahakan kontrak baru, pencarian ladang minyak baru dan peraturan penghematan dibandingkan memperbaiki kebocoran yg ada, Meributkan output SDM dengan qualifikasi hasil ujian pilihan berganda dibandingkan membuat masterplan pendidikan yg jelas dll.


Untuk apa semua itu? tentu saja untuk kehidupan negeri ini yg lebih baik. Mengutip kembali Ayn Rand "To a life which is a reason unto itself."

Launchingnya Sang Calon Box Office

Majalah AutoBild bulan Juni 2005 mengeluarkan artikel ttg topik yg dinanti2 penggemar mobil Jazz selama ini. Test perdana Honda Jazz V-Tec dan reviewnya. Ini merupakan penantian lebih dari setahun setelah launching Jazz versi IDSI di awal 2004. Berbeda dengan New City, dimana Honda melaunch versi V-Tec hanya berbeda sebulan dari versi IDSI nya, untuk Jazz sepertinya Honda masih "menikmati" antrian indent dan peningkatan penjualan (Teman gw memberi nama Jazz sebagai mobil sejuta umat :)). Trend harganya juga terus meningkat (139.5 -> 143.5 -> 145.5 utk versi matic). Versi Jazz V-Tec ini diperkirakan akan dijual 10jt lebih mahal dari versi IDSI.


Gw membaca review dari Autobild dan Wong KN dari V-Tec temple, dan beberapa hal yg bisa di point out tentang perbedaan versi IDSI dan V-Tec. Yg pertama untuk tampilan luar tidak ada perbedaan yg mendasar, hanya ada perubahan letak antenna kesisi belakang, penghilangan fog lamp, dan penambahan accessories sporty untuk versi V-Tec. Yg kedua untuk interior, versi V-Tec menggunakan bahan yg lebih tua sehingga terlihat lebih ekslusif. Yg ketiga untuk performa mesin, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. Tenaga keluaran IDSI  lebih kuat utk rpm dibawah 3500 sedang V-Tec untuk diatas 3500 rpm untuk konsumsi bensin kurang lebih 1:14-16 untuk IDSI dan 1:10-12 untuk V-Tec (dalam kondisi jalan normal). Artinya memang untuk pengguna mobil yg lebih banyak untuk kecepatan tinggi V-Tec merupakan pilihan yg tepat, sedang untuk pengguna jalan dalam kota, bensin yg irit tentu pilihan yg reasonable. Yg keempat adalah suspensi. Suspensi V-Tec lebih keras dari suspensi IDSI. Hal ini diperlukan untuk menahan body pada kecepatan tinggi. Tapi bukan berarti ini mengorbankan kenyamanan penggunanya.


Yg menarik bahwa review ini menyatakan bahwa Jazz V-Tec tidak akan menggunakan ABS (Antilock Breaking System) dan menggunakan sistem rem cakram. Walau efektifitas ABS sebenarnya masih menjadi kontroversi (baca: Bahaya ABS), banyak mobil bertenaga V-Tec menggunakannya utk kontrol dan safety.


Lalu bagaimana dengan kompetitor? Gosip yg beredar Toyota akan melepas Vitz yg cukup populer di Jepang dan Eropa pada akhir tahun ini, dan Suzuki akan ikut meramaikan pasar dengan Swift. AutoBild membahas perbandingan antara kelebihan dan kekurangan masing2 mobil ini. Masalah harga? Perkiraan harga utk versi matic Vitz berada diposisi yg termahal (200), lalu Jazz (155.5) dan Swift (140). Kalau melihat desain sih Vitz oke banget. Hanya bagasi nya terlalu sempit utk bawa banyak barang (baca: Stroller/kereta bayi :))


Gosip launching Jazz V-Tec ini sebenarnya lama sudah ramai di kalangan distributor Honda resmi, hanya tidak banyak yg berani untuk buka mulut atau memberi janji ke pembeli. Satu2nya yg gw tau mau diinden adalah Honda Automall dr awal tahun ini (dan ternyata benar!). Kenapa Honda begitu menjaga kerahasiaan launching Jazz? Dengar punya dengar, Honda tidak mau kecolongan seperti kasus Innova di Toyota. Gosip launching Innova sudah jauh beredar sebelum official launchingnya, sehingga para distributor, showroom dan agent mobil menggunakan orang dalam/koneksi untuk mengindent jauh sebelum pembeli umum bisa indent. Akibatnya quota mobil pada saat launching dipegang penjual, yg umumnya menjual harga dengan lebih tinggi dari harga resmi. Dan pasar mereka adalah orang2 yg lebih senang mengeluarkan uang 10jt lebih mahal dibandingkan menunggu berbulan2 (dan menjadi orang pertama yg terlihat menggunakan mobil tersebut). Oleh karena itu sepertinya Honda akan melakukan official launchingnya pada gelaran pameran otomotif GAIKINDO 8 Juli 2005 besok.


Akankah Versi V-Tec ini sesukses versi IDSI dalam penjualan? menciptakan Box Office berikutnya untuk Honda? Kita lihat dulu barangnya. So, check jazz it up at 8 Juli :)

Film Review

Film apa yg bagus sekarang? gimana film nya? mungkin pertanyaan itu banyak diajukan pada hari senin, rabu dan weekend. Senin adalah hari nomat, hari kamis adalah clear wednesday adalah saat buy one get one free buat pemakai kartu citibank clear card, dan weekend adalah saat berbelanja DVD di glodok/Ambassador atau tempat perbelanjaan lain (paling tidak gw melakukannya pas weekend :)). Pernah mengalami situasi salah memilih film? Bila kita menonton DVD mungkin kita akan kecewa, mematikannya, dan melupakan 5000 rupiah yg sudah dikeluarkan (di Glodok 4000 rupiah skrg lho), hanya bila itu dialami di dalam bioskop, rasanya sayang harus keluar di tengah film apalagi bila kita nonton di Bioskop2 mahal. Well, itu tentu saja kl tujuan di bioskop utk nonton. Kl ada tujuan2 lainnya (terutama utk yg berpasangan) bisa diabaikan komentar itu :)


Baru beberapa hari yg lalu ada teman yg mengomel setelah menonton Open Water di Bioskop. Beberapa hari sebelumnya komentar yg sama juga ditujukan utk film The Jacket. Mereka menyatakan kekecewaannya setelah menonton film2 tsb. Gw sendiri belum pernah menonton keduanya, hanya saja cukup tergoda melihat trailer dari Open Water yg sangat persuasive (dan kemudian berpikir dua kali utk menontonnya, bahkan utk membeli DVD nya sekalipun). Membeli DVD pun hal yg sama, memilih film yg bagus (apalagi setelah didepan tumpukan dan deretan semua film) mempunyai kesulitan tersendiri. Mungkin karena dr sisi nominal harganya yg tidak seberapa, ini tidak menjadi permasalahan besar.


Kriteria bagus atau tidak nya suatu film adalah subjektif. Satu film dianggap bagus oleh orang lain, belum tentu oleh yg lainnya. Sebuah selera. Tapi bukan berarti tidak banyak film2 yg punya selera pasar umum. Gw biasanya sebelum menonton film menanyakan dulu dengan teman yg sudah menonton (dan berselera sama atau sudah kita tahu selera filmnya seperti apa), atau dengan melihat review2 yg banyak di internet. Salah satu site review-er yg paling sering gw jadikan referensi adalah IMDB. Dengan itu sudah cukup? ternyata tidak. Gw pernah "tertipu" dengan salah satu film Harold & Kumar Go to White Castle. Seorang teman menyatakan film ini bagus, dan review di IMDB nya juga tidak terlalu buruk. Gw dan bini hanya bisa termenung setelah film usai, menanti bagian lucu nya dari film komedi ini. Hal yg paling teringat dari film ini mungkin hanya bahwa gw tertawa karena satu bagian di film ini (disaat Harold & Kumar menaiki macan), menertawakan diri gw (sebenarnya lebih mengasihani) yg telah menontonnya sampai selesai dan ingatan atas hamburger mini yg ada di satu bagian film (kelihatannya enak sekali). Mungkin ini sekali lagi adalah selera. Reviewers di IMDB mayoritas adalah orang western yg (untuk beberapa hal) selera humor nya tidak sama dengan gw. Karena itu gw sering menggoda teman gw yg memberi rekomendasi bahwa dia memiliki selera film orang barat :)


Bagaimana dengan DVD? dulu ada saatnya dimana gw memilih film dengan melihat berapa banyak logo palem yg ada di cover depannya. Beranggapan bahwa film itu memenangkan kategori2 tertentu di penghargaan internasional, entah itu Academy Awards (Oscar), Golden Globe Awards, Cannes Film Festival Awards, The People's Choice Awards, MTV Movie Awards, The Golden Raspberry Award dsb (baca: Movie Awards: What Do They Mean) maka ada jaminan bahwa film tersebut merupakan film2 bagus. Hanya hati2. Gw beberapa kali menemukan bahwa ada film2 yg juga mencantumkan logo The Stinkers Awards (penghargaan untuk film terburuk) atau beberapa penghargaan terburuk lainnya yg tidak berhubungan. Mereka tidak berbohong dengan mencantumkan award itu, hanya buat yg mengharapkan film itu merupakan film bagus tentu jadi kecele.


Satu lagi yg biasanya gw lihat di cover sebuah film adalah review. Di beberapa film terdapat tulisan komentar mengenai film tersebut dari pihak ketiga. Misal "Thrilling and breathtaking" by RollingStones Magazine, "One of the best movie 2005" by Chicago Sun Time, "An Exceptional movie" by Siskel & Ebert dll. Gw pribadi sangat percaya dengan film2 yg diberi predikat bagus oleh Siskel & Ebert (lalu menjadi Ebert & Roeper setelah Gene Siskel meninggal di tahun 1999). Dan sejauh ini film2 yg gw tonton dengan berbekal reviewnya Siskel & Ebert sangat memuaskan selera gw. Sekilas tentang Roger Ebert, dia adalah orang pertama yg mendapatkan Pulitzer untuk kritik film dan mendapat beberapa penghargaan baik untuk acara TV nya, Artikel di koran, Buku atau publikasi lainnya tentang kritisasi film. Beberapa reviewer film yg bisa jadi pertimbangan juga seperti Joel Siegel (ABC & Good Morning America), Pauline Kael dll.


Dengan berbagai referensi itu juga belum cukup? coba cek dulu di Movie Review Query Engine, website ini mencuplik review diberbagai media massa di US, review di internet ataupun para kritisi film dalam satu website. So majority votes rules, kita bisa memperkirakan bila mayoritas bilang bagus yah bisa dipastikan film itu bagus :)


So happy nomat today :) ... MADAGASCAR!!

Menanti hentakan Paul Gilbert di Jakarta

Pgindonesia Bila tidak ada halangan pada 13 Juli 2005, Jakarta akan dihentakkan oleh sang "Guru" Paul Gilbert. Berbeda dengan kunjungannya terdahulu yg bersifat terbatas dan acara couching gitar, Gilbert datang ke Indonesia dalam rangka promo tour keliling dunianya(Paul Gilbert World Tour 2005).

Mungkin publik umum lebih mengenal groupnya terdahulu, Mr. Big, atau gitaris-gitaris terkemuka lainnya seperti Santana, Slash, Yngwie Malmsteen, atau sang legenda Jimi Hendrix. Tapi Paul Gilbert adalah fenomena tersendiri. Gw mulai "tersentil" teknik bergitar nya melalui Street Lethal, hasil project bersama di Racer X (Thanks to Adi Susilo di malam2 bergadang di Lab. PLN ITB), lalu gitar solonya di Frenzy dan Y.R.O (Ekspresi instrumental keras dari karya Perpetual Motion nya Niccolo Paganini).

Project berikutnya dari Paul Gilbert adalah Mr. Big. Bersama Billy Sheehan, Pat Torpey (drum) dan Eric Martin (vocal) yg sukses secara komersil. Selepas itu Paul memulai karir solo nya. Satu langkah penting yg dia lakukan yaitu dia mempersatukan kembali Project Racer X dengan menghasilkan 2 Studio Album dan 1 Live Album (Album studio ketiga dalam proses penyelesaian). Bagi yg menyukai jenis musik yang cukup keras, cepat, dan "agak" berisik bisa jadi alternatif musik di kala hati sedang galau :)

Sebelum tour dimulai, Paul berkata "I DO have 3 pointy guitars. And that means ROCK". Welcome to Jakarta, Paul!

Parabola, Astro TV dan Blue Kiss

Senin kemarin di Kompas gw membaca salah satu iklan yg membuat gw melompat gembira. Isinya kira2 seperti ini "Sebuah Provider TV Satelit terkemuka di Asia Tenggara mencari distributor untuk pemasaran...". Kenapa gw gembira? karena gw yakin 100% bahwa provider yg dimaksud adalah Astro TV, layanan TV Satelit di Malaysia (semacam Indovision - konon bahkan semua layanan Pay TV Indonesia itu diambil dari Astro. Kl diperhatikan jam2 tayangan film yg diiklankan sering memakai waktu malaysia, GMT +8, atau "On Astro at"), dan seperti gosip yg telah beredar sejak tahun lalu bahwa mereka akan masuk ke Indonesia.


Dengan jumlah channel yg lebih banyak (warga malaysia lebih majemuk, sehingga siaran hindi dan mandarin juga lebih banyak), paket yg ditawarkan akan lebih murah dari provider yg sudah ada di Indonesia. Dan itu menggunakan satelit pula, sehingga bisa digunakan dimana saja. Tidak seperti kabelvision yg walau lebih murah hanya dibatasi infrastruktur. Sebagai bayangan untuk subscribe terlengkap membutuhkan biaya RM89.95 perbulan (sumber: Makmur Parabola dan AstroTV) atau dengan kurs 1RM = Rp.2500 sebesar Rp.224.875 (lebih mahal lagi bila tambah paket Dynasty dan Emperor utk siaran Mandarin). Lebih murah dari paket lengkap Indovision misalnya Rp.289.000. Well, untuk beberapa orang selisih uang tersebut mungkin tidak ada artinya dibandingkan pengorbanan yg harus dilakukan dengan membaca text terjemahan bahasa Melayu. Hanya gw sudah terlanjur jatuh cinta dengan Astro.


Dimulai dari era parabola digital, waktu itu Astro masih dapat ditangkap secara gratis (well, sebenarnya dengan cara mengakalinya) sehingga gw lebih familiar dengan siaran2 astro. Sayangnya mulai september 2004 yg lalu, Astro cukup pintar dengan mengupgrade metode enkripsi siarannya menjadi Seca2 (ini semacam algoritma pengacak digital untuk siaran satelit). Akibatnya hingga saat ini belum ada key lock yg cukup ampuh untuk menikmati siaran astro secara gratis lagi. Sebenarnya korelasi apa sih antara parabola - satelit - pay TV? ini akan ada kaitannya dengan liputan kupas tuntas di TransTV pada hari Jumat yg lalu mengenai siaran BlueKiss.


Secara sederhananya, dengan perangkat parabola digital, receiver dan aktuator (utk menggerakkan parabola), kita dapat menangkap berbagai siaran TV yg ada di banyak negara yg menggunakan satelit untuk media transmisi nya. Contohnya bila kita mengarahkan parabola kearah 108 derajat Timur, maka siaran yg ditangkap dari Satelit Telkom1 meliputi channel2 TelkomVision, Lativi, TV7, TransTV, TV Edukasi (dan beberapa radio seperti TrijayaFM, SonoraFM, RRIPro2FM). Semuanya bisa ditonton? sayangnya tidak. Tidak semua stasiun TV/Provider "rela" siarannya ditonton gratis. Umumnya mereka mengenkripsi siarannya secara digital dengan sistem acak. Service pengacak yg populer digunakan adalah Seca/MediaGuard, Nagravision dan ViaAccess. Nah Astro dan BlueKiss adalah contoh siaran-siaran yg diacak. Kalau Astro di Satelit MeaSat1 sedang BlueKiss di satelit AsiaSat3S.


Nah, bagaimana caranya menonton siaran yg terenkripsi seperti ini? Ada 3 cara yg umumnya dipakai. Yg pertama menjadi pembeli kartu langganannya. Kartu ini semacam SmartCard dengan chip yg dimasukkan ke Reader Slot di Receiver (tidak semua receiver memiliki slot kartu). Otomatis harus membayarkan sejumlah uang untuk biaya berlangganan. Yg kedua dengan memasukkan kode2 key di receiver tiap bulan atau pada saat siaran sudah diacak. Umumnya service enkripsi untuk tiap Channel akan merubah kode2 key tiap bulannya. Dengan memasukkan key yg bisa didapat dr penjual parabola atau di internet maka kita dapat menonton beberapa channel secara gratis. Problem nya, metode enkripsi Seca2 dari Astro belum dapat di track algoritma nya untuk dapat mengenerate key tiap bulannya dan posting2 key satelit di Internet sekarang adalah terlarang dan dapat dituntut secara hukum (well, bukan berarti tidak ada sama sekali). Cara yg ketiga adalah upgrade Firmware. Firmware itu software internal dari perangkat receiver. Pada saat pembelian receiver, dipastikan bahwa merk tersebut cukup aktif memberi update firmware. Firmware terbaru akan memiliki kode2 key dan fitur2 terbaru. Ini memungkinkan receiver menangkap siaran2 yg teracak.


Bagaimana dengan fenomena BlueKiss? Sebenarnya penggunaan parabola untuk menangkap siaran2 porno telah dimulai dari mulai parabola analog (yg mirip saringan itu) sejak akhir tahun 80. Trend transmisi digital kemudian merubah teknologi parabola menjadi digital (parabola lingkaran solid). Siaran2 itu ada yg dapat ditangkap secara bebas dan ada yg harus berlangganan. Peluang ini yg kemudian dimanfaatkan beberapa penyedia parabola untuk menarik langganannya. Pola pengiklanannya sendiri sebenarnya sangat transparan, baik di Media Massa (gw sudah melihat dr 2004 awal di Media Indonesia dan Kompas secara reguler) atau internet (iklan baris). Kalau memang ini sudah berlangsung lama, mengapa baru ramai dan diusut oleh kepolisian sekarang? nah itu yang gw juga tidak tahu.


Untuk pengamanan dari konsumsi anak2 di rumah, sebenarnya receiver mempunyai kemampuan untuk melock suatu channel dengan password. Hanya yah itu, seperti halnya media porno lainnya (VCD, DVD, Video) ini tidak lepas dari peran orang yg menggunakannya. Dari liputan kupas tuntas sendiri, salah seorang penjualnya mengatakan bahwa penjualan dari BlueKiss tidak terlalu menguntungkan. Dengan untung 50 - 100rb per pelanggan/tahun, kemungkinan complain dari pengguna karena kartu rusak, channel hilang, atau hal lain sangat besar. Tapi entah yg sebenarnya bagaimana.


Seperti halnya semua media teknologi yang memiliki sisi kontroversialnya, Parabola bisa dijadikan media belajar yg baik. Bagi yang suka ngoprek atau orang radio amatir, tracking satelit bisa jadi mainan yg menyenangkan. Bagi yang ingin belajar bahasa tertentu atau ingin menonton film drama tertentu yg belum disiarkan disini, amat bisa. Dan berbagai hal lainnya. Kl gw pribadi suka karena di salah satu satelit memiliki siaran Radio yg lengkap per kategori (seperti di Yahoo Launch Cast). Jadi bisa mendengarkan music Jazz, Classics, 90's Big hits secara lebih nyaman. Dan tentunya kalau sedang bosan bisa lgs switch untuk menonton FashionTV hehe.